• Pentingkah rasa takut?

    Bagi kebanyakan orang rasa takut seringkali dianggap sebagai suatu hal yang membuat kita tidak nyaman, berbagai asumsi kebanyakan orang ingin menghilangkan rasa takut. Tetapi berakhir dengan hasil dimana rasa takut itu menjadi lebih menetap lebih erat dalam diri kita. Mengapa bisa begitu?

    Ketakutan adalah kondisi dimana tubuh melakukan suatu tanggapan emosi terhadap sebuah ancaman. Takut adalah suatu mekanisme normal dari tubuh yang berfungsi sebagai pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus eksternal tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bagi tubuh. Beberapa ahli psikologi setelah melakukan riset telah mendapatkan bahwa rasa takut adalah salah satu dari emosi dasar pada manusia yang bersifat normal, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan.

    Seringkali kita merasa takut akan suatu objek atau peristiwa di depan kita, takut yang merugikan adalah ketika kita meletakkan takut sebagai respon berlebihan terhadap suatu barang atau kondisi yang disebut dengan fobia. Sebagai contoh dari rasa takut dimana kebanyakan dari kita yang selalu mengkhawatirkan nilai ujian kita, hasil kerja kita, maupun keselamatan orang-orang yang kita sayangi.

    Seperti yang telah disebutkan di atas, rasa takut adalah salah satu emosi dasar manusia. Jadi rasa takut merupakan suatu bawaan yang bersifat normal, tetapi ada juga rasa takut yang kita harus pelajari lebih dalam seperti fobia yang menyebabkan ansietas berlebihan. Secara alamiah, Bayi yang baru lahir sudah memiliki rasa takut akan suara-suara yang keras hal ini disebabkan bayi belum bisa mengenal dengan baik semua suara disekitar sehingga bayi tidak akan takut dengan harimau, ular, dll. Ketakutan-ketakutan yang seringkali kita alami merupakan sebuah proses belajar. Karena semua hal bisa dipelajari, maka kita juga dapat merubahnya. Kita bisa mengubah rasa takut menjadi sebuah hal yang lebih produktif yang menciptakan alarm sign bila ada sebuah masalah terjadi.

    Lalu, fungsi sebenarnya dari perasaan takut tersebut, sehingga kita dapat lebih peka dan tidak berlebihan dalam menghadapi suatu hal yang kita takutkan tersebut.

    • Sebagai alarm alami diri kita

    Perasaan takut akan berespon ketika kita merasa bahwa terjadi kemungkinan hal-hal yang tidak beres ke depannya, hal ini kita dapat rubah dengan cara melakukan aktifitas fisik yang membangun mental seperti melakukan taekwondo. Epinefrin akan dipacu sehingga fungsi alarm dalam tubuh lebih sensitif yang lebih dikenal dengan perasaan was – was.

    • Sebagai sarana untuk mengantisipasi hal yang akan terjadi

    Dalam bekerja kita biasa dalam merencanakan suatu hal. Kemudian akan muncul perasaan takut yang mengingatkan kita akan konsekuensi-konsekuensi yang dapat terjadi. Kemudian tubuh akan berespon sehingga dengan cara itulah kita bisa menggunakan rasa takut untuk membuat Plan B atau Plan C.

    • Mengimbangi Kepositif-an kita

    Dalam membangun jiwa positif dalam tubuh tidak bisa secara berlebihan, hal ini akan berakibat negatif bagi personal. Secara pribadi orang tersebut bisa jadi apapun akan dihantamnya dan dilakukannya. Perasaan takut akan berkurang sehingga respon antisipasi akan beberapa hal tersebut menjadi kurang baik sehingga yang terjadi seperti diatas orang akan mudah percaya dengan apa saja.

    Ingatlah bahwa rasa takut itu adalah bagian dari diri anda yang bersifat normal. Sampai saat ini tidak ada yang bisa anda lakukan untuk membuang seluruh rasa takut itu, namun rasa takut yang bersifat negatif adalah fobia. Namun yang dapat anda lakukan adalah mengontrol rasa takut itu. Seperti kebanyakan orang, “musuh terbesar anda adalah diri anda sendiri. Jadi jangan sampai rasa takut itu mengontrol anda, tetapi kontrollah rasa takut itu.

     

     

    [fbcommentssync]